Jakarta, 17/07/09, kita dikejutkan lagi dengan 2 bomb yang meledak di Kawasan Mega kuningan tepatnya di 2 hotel elite, yaitu hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, Jakarta. Berdasarkan berita terkini, ditemukan 9 korban meninggal, dan 36 korban luka-luka, yang akhirnya dilarikan ke RS MMC, Medistra, RS. Jakarta, dan RSP Pertamina. Adapun berita ini masih simpang siur. Ledakan tersebut merupakan ledakan jenis "High Explosion" yang tentu saja akan mengakibatkan "High Energy type Injury" pada korban-korban yang dikenainya.Dari keterangan saksi dan orang-orang sekitar yang menolong para korban saat terjadi ledakan, didapatkan info bahwa Ambulance dan Tim Medis dan Paramedis sangat terlambat datangnya, yaitu sekitar 25 menit setelah kejadian. Padahal situasi tersebut merupakan situasi gawat darurat, dimana pertolongan pada detik-detik pertama akan menentukan apakah jiwa korban dapat diselamatkan. Tentu saja seharusnya yang menolong korban pertama kali, haruslah orang yang sudah dilatih untuk memberikan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat.
Sampai saat ini, sangat sedikit orang awan (non medis - non paramedis) yang pernah mengikuti pelatihan khusus untuk memberikan pertolongan dasar bagi pasien gawat darurat. Hal ini menunjukan bahwa "Sadar - Siaga Bencana" belum menjadi budaya masyarakat kita. Bahkan tidak semua petugas keamanan (satpam - hansip) pernah dilatih untuk menghadapi keadaan medis gawat darurat.
Tidak hanya itu, sistem ambulatori pasien (pengangkutan-transportasi pasien) di Indonesia sebagian besar masih menggunakan mobil Ambulance, yang terbatas mobilitasnya karena situasi lalu lintas yang seringkali macet. Sistem koordinasi krisis bencana di Indonesia juga belum terintegrasi dan tersistem dengan baik, sehingga kadang menyulitkan sistem koordinasi petugas medis dan sarana emergency terdekat dalam mengevakuasi korban. Berbeda dengan di Negara maju, dimana sistem ambulatory rumah sakit sudah menggunakan Helikopter untuk mengangkut pasien trauma, dan di setiap RS sudah ada Tim Trauma yang selalu siap siaga menghadapi situasi bencana masal seperti ini. Bahkan di negara seperti AS, sudah ada call centre dimana petugas call centre akan memberikan instruksi langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh orang awam untuk menghadapi situasi darurat.
Yah..ini PR besar lagi untuk bangsa ini....
Kesiagaan kita seringkali terlambat.







